Cara Menghadapi Konsumen Komplain

Menghadapi konsumen komplain merupakan kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai customer service atau layanan pelanggan. Jika kebetulan kita berprofesi sebagai staf customer service atau sejenisnya, konsumen yang baik dan sopan tentunya akan dengan senang hati kita layani, bukan? Namun bagaimana dengan konsumen yang emosian dan marah-marah? Pastinya kita akan jengkel dan parahnya bisa ikut terbawa emosi sehingga pekerjaan kita sebagai customer service pun menjadi runyam. Kalau kita berpikiran jernih tentunya kita bisa memaklumi komplain dari pelanggan karena mereka tidak puas dengan pelayanan perusahaan dimana kita bekerja. Sisi positifnya, komplain dari konsumen merupakan masukan supaya perusahaan bisa memberikan jasa yang lebih baik ke depannya. Sementara sisi negatifnya, kita harus menghadapi komplain dari konsumen dengan beragam karakter terutama yang suka emosi. Nah, untuk menghadapi karakter konsumen yang emosian ini ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Berikut ini tips cara menghadapi konsumen komplain.

1. Tersenyum. Tetap tunjukkan profesionalitas kita sebagai seorang customer service dengan selalu tersenyum kepada mereka yang menghampiri untuk komplain secara kasar.

2. Tenang. Bersikaplah tenang saat komplain mulai memanas. Walaupun batin kita tertekan emosi tetap harus dijaga. Pertahankan sikap ramah kepada individu yang marah ke kita.

3. Sopan. Terima keluhan konsumen yang komplain dan jawab sopan dengan mengucapkan terima kasih telah menggunakan jasa perusahaan dimana kita bekerja.

4. Perduli. Konsumen yang komplain dan berkeluh kesah sambil marah-marah kemungkinan adalah orang yang kurang bahagia sehingga mengeluarkan kemarahan mereka ke kita. Perduli dengan permasalahan yang mereka alami dan bantu mereka. Akan ada rasa bahagia dalam diri jika kita berhasil membantu mereka.

5. Minta bantuan. Seandainya konsumen yang komplain masih terus marah dan mulai kasar kepada kita padahal segala kesopanan sudah diberikan, ada baiknya meminta bantuan atasan atau staf lain dengan menanyakan kepada mereka apakah mau dibantu petugas lain selain kita.

Memang ada sebagian orang tidak memilih profesi sebagai customer service karena hal tersebut diatas. Untuk bisa menjadi CS memang diperlukan kesabaran tingkat tinggi dan tidak semua orang bisa tenang dan sabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>