Merencanakan Karir Setelah Lulus Kuliah

Merencanakan karir sejak dini terutama setelah menyelesaikan bangku kuliah merupakan prioritas utama yang harus dilakukan. Berbekalkan ijasah tamat kuliah dan menyandang status fresh graduate membuat peluang karir kita terbuka lebar di lapangan. Namun saking banyaknya peluang karir di luar sana membuat kita bimbang kemana sebaiknya melangkah. Oleh karena itu perencanaan karir sangat penting dilakukan dan berikut ini ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum menapaki karir masing-masing.

Cobalah semua jalur karir. Karena kita masih muda dan fresh graduate maka kita masih bebas mencoba karir mana yang kira-kira cocok dengan kemampuan dan kesenangan kita. Namun usahakan mencoba karir yang sesuai dengan pendidikan yang didapat waktu kita melangsungkan perkuliahan atau setidaknya tidak melenceng dari ilmu yang didapat waktu kuliah karena tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk beradaptasi dengan pekerjaan baru nantinya. Continue reading

Pindah Karir? Pertimbangkan Kenyataan Ini

Pindah karir atau gonta-ganti pekerjaan merupakan hal beresiko yang memerlukan pemikiran matang sebelum melakukannya. Kecenderungan pindah karir memunculkan potensi merusak karir sebelumnya dan yang terburuk bisa menggangu kehidupan pribadi seseorang. Alasan umum yang terjadi di tempat kerja diantaranya pekerjaan yang membosankan, gaji yang sedikit atau punya bos pemarah. Namun usahakan alasan umum tersebut dikaji secara mendalam sebelum memutuskan untuk pindah karir. Berikut ini ada beberapa kenyataan yang harus kita pikirkan sebelum pindah karir.

1. Sebelum pindah karir kita harus mampu memahami diri sendiri dan menganalisa kemampuan yang saat ini dimiliki. Kondisi ekonomi, kehidupan pribadi, pendidikan, minat, bakat dan karakter merupakan faktor yang harus dipertimbangkan sebelum pindah kerja. Misalnya, tentukan terlebih dahulu hal-hal yang membuat kita tidak nyaman di tempat kerja sekarang dan dicari penyelesaiannya karena jika kita berhasil melakukannya, ini bisa menjadi bekal untuk kita beradaptasi di tempat kerja baru nantinya jika sudah terlanjur pindah karir. Continue reading

5 Hal yang Menghambat Karir

Memiliki karir yang cemerlang merupakan idaman setiap pekerja. Promosi jabatan dan kedudukan yang terus meningkat di kantor akan menjadi incaran para pekerja karena dengan peningkatan karir maka otomatis urusan fiancial pun akan turut lebih baik. Namun tidak semua dari kita yang beruntung bisa mendapatkan hal tersebut. Ada usaha dan kerja keras yang harus dipertahankan untuk bisa meraih suatu karir yang cemerlang. Nah, supaya karir kita meningkat ada baiknya menghindari 5 hal yang bisa menghambat karir seperti berikut ini.

Senang Menunda Pekerjaan. Memang sebagian besar dari kita masih memiliki sifat malas dan suka menunda-nunda dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Sehingga ketika waktunya pekerjaan itu harus diselesaikan hasilnya menjadi buruk dan gagal mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk itu yakinkan diri sendiri saat ada waktu kerjakanlah pekerjaan yang memang bisa dikerjakan dan sebisa mungkin tidak menundanya. Dengan demikian kita akan memiliki manajeman waktu yang bagus.

Continue reading

5 Tips Antisipasi Kesalahan Kerja

Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan tidak terkecuali mereka yang menjadi karyawan suatu perusahaan. Kesalahan kerja sangat sering terjadi yang umumnya diakibatkan oleh kelalaian atau kecerobohan mereka sendiri. Jika kesalahan dalam pekerjaan itu terjadi sesekali memang masih bisa dimaklumi. Namun jika sering terjadi maka ada sesuatu yang salah dengan perilaku mereka. Pada dasarnya kesalahan-kesalahan yang terjadi di kantor bukan karena kemampuan mereka yang buruk melainkan dikarenakan kecerobohan. Kesalahan seperti lupa meletakkan dokumen penting, menghilangkan file di komputer, salah menghubungi klien, lupa menyimpan file saat mengetik tugas serta salah kirim email merupakan beberapa kesalahan yang terjadi akibat kecerobohan. Kesalahan yang diakibatkan oleh kecerobohan sebenarnya bisa diminimalisir diantaranya dengan cara: Continue reading

Persiapan Menghadapi Wawancara Online

Proses interview atau wawancara secara online saat ini sudah cukup familiar dan gencar dilakukan oleh pihak perusahaan yang menginginkan kandidat pencari kerja yang profesional dari berbagai daerah bahkan antar negara. Biasanya perusahaan yang melakukan interview secara online bukanlah perusahaan sembarangan dan sudah memiliki nama. Sebelum interview atau wawancara secara online dilakukan biasanya pihak perusahaan akan membuat kesepakatan dengan kandidat yang sudah ditentukan dengan mengabarkan sebelumnya bisa melalui email, chatting atau telepon. Jadi pada hari yang telah disepakati kandidat sudah siap di depan komputer untuk menjalani proses interview. Berikut ini ada beberapa persiapan menghadapi wawancara online jika Anda berkesempatan diwawancara.

  • Pastikan koneksi internet di tempat Anda akan interview stabil untuk mencegah gangguan komunikasi.
  • Lakukan penelitian sebelumnya terhadap perusahaan yang akan mewawancarai Anda untuk mengetahui sejarah perusahaan tersebut dan produk yang mereka tawarkan sehingga dari sini Anda nantinya akan bisa berinteraksi lebih mudah dengan pihak pewawancara.
  • Persiapkan CV, Resume dan surat lamaran Anda di meja serta pastikan Anda dengan mudah menjangkaunya. Hal ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu pihak pewawancara menanyakan detail CV atau resume yang sudah Anda tulis.
  • Persiapkan alasan yang masuk akal Anda ingin pindah kerja dan kenapa menginginkan posisi yang ditawarkan saat ini.
  • Persiapkan profil Anda di Facebook, Twitter dan LinkedIn sebaik-baiknya karena bisa saja pihak perusahaan ingin mengetahui aktivitas Anda di social media.

Jangan lupa jika pihak pewawancara memberikan kesempatan untuk bertanya maka bertanyalah terkait posisi pekerjaan yang Anda lamar karena ini menunjukkan keantusiasan Anda bergabung dengan perusahaan tersebut.

Bagaimana Menjadi Bos yang Tidak Bossy ?

Kesan bos yang bossy kerap kali muncul digunjingkan karyawan bawahan terutama yang belum memiliki kesempatan untuk naik pangkat menjadi seorang bos. Apalagi jabatan seorang bos merupakan pekerjaan yang bergengsi yang bisa merubah seseorang yang dulu baik dan pintar menjadi seorang yang angkuh, diktaktor dan sok bossy.

Perlu diketahui juga semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin besar godaan dan isu yang akan dihadapi terutama di lingkungan kantor. Seorang bos bisa berubah menjadi angkuh, sombong, semena-mena, dimusuhi bawahan, disiriki ataupun dihujat. Untuk Anda yang mungkin saat ini sedang masa promosi akan menjadi bos atau atasan dan tidak ingin mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat sudah resmi menjabat maka tidak ada salahnya menyimak tips berikut ini bagaimana cara menjadi bos yang tidak bossy.

Jangan Sok Tahu. Setelah menjadi bos jangan sok tahu kalau Anda sudah menguasai segalanya dan tidak memerlukan pendapat bawahan. Bisa saja ada bawahan Anda yang ternyata lebih berpengalaman dari Anda dan memiliki ide atau solusi cemerlang yang akan membantu Anda dalam memajukan perusahaan. Continue reading

Atasi Grogi Saat Presentasi Kerja

Perasaan cemas dan grogi ketika berbicara di hadapan orang banyak merupakan hal lumrah yang bisa dialami oleh siapa saja. Tidak terkecuali para karyawan yang pekerjaannya mengharuskan mereka untuk melakukan presentasi di hadapan klien atau rekan kerja mereka sendiri. Perasaan grogi ini muncul umumnya disebabkan oleh lemahnya rasa percaya diri seseorang yang bisa diakibatkan oleh beberapa hal seperti kurangnya persiapan materi presentasi, cara berbusana yang kurang rapi, tekanan dari atasan dll. Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir perasaan grogi dan cemas ini Berikut ini ada beberapa tips mengatasi rasa grogi saat presentasi yang berhubungan dengan pekerjaan.

1. Persiapkan dengan matang materi pekerjaan yang akan dipresentasikan dan kuasai.

2. Jangan menghapal kata dan kalimat untuk presentasi namun cukup ingat garis besar urutan topik yang hendak disampaikan. Continue reading

Etika Cuti Kerja

Mengatur cuti kerja bagi seorang karyawan adalah sangat penting dilakukan untuk menyeimbangkan kesibukan Anda di kantor dan di rumah. Sebisa mungkin ambillah jatah cuti yang Anda miliki setiap tahun untuk liburan karena hal ini sangat penting untuk menyegarkan pikiran. Memang jatah 12 hari setahun yang biasanya diberikan perusahaan untuk cuti rasanya sangat kurang namun jika kita pandai mengatur cuti tersebut maka waktu 12 hari libur akan menjadi cukup menguntungkan.  Di bawah ini ada tips atau etika ketika hendak mengambil cuti di kantor.

Catat jatah cuti dalam setahun. Masing-masing perusahaan memiliki ketentuan sendiri soal pemberian jatah cuti namun minimal pekerja atau karyawan akan memperoleh 12 hari jatah cuti. Pastikan Anda mengetahui jatah cuti yang kita dapat dan catat jumlah libur yang telah Anda ambil supaya tidak kebobolan dan mengganggu perkerjaan di kantor.

Continue reading

Contoh Profesi yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Suatu profesi ternyata bisa juga ditekuni dari rumah dan tidak memerlukan suatu ruangan khusus seperti kantor untuk mengerjakannya. Tentu saja hal ini berlaku jika kita memiliki kemampuan atau keterampilan khusus dalam suatu bidang tertentu. Hal terpenting selanjutnya yaitu berkenaan dengan kesenangan dalam menekuni profesi tersebut. Supaya tidak terbebani dengan pekerjaan yang akan kita kerjakan dari rumah alangkah baiknya jika pekerjaan tersebut tidak jauh dari hobi atau kegemaran. Di bawah ini ada beberapa contoh profesi yang bisa dikerjakan dari rumah sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Profesi ini pun tidak terpengaruh oleh kepemilikan gedung atau kantor untuk bisa memulainya. Dan jika sukses justru kita yang akan menciptakan kantor sendiri serta membuka lapangan kerja untuk orang lain. Continue reading

Cara Sopan Mengutarakan Masalah Pekerjaan pada Atasan

Permasalahan yang sering muncul tatkala melakukan pekerjaan di kantor seringkali membuat para pekerja atau karyawan menjadi bingung dan ragu-ragu ketika hendak mengambil keputusan. Bingung karena tidak bisa menyelesaikannya sendiri dan ragu-ragu untuk mengutarakan permasalahan kepada atasan. Saat kita memang sedang terkendala masalah apapun di kantor terutama yang berhubungan dengan pekerjaan dan tidak bisa menyelesaikannya sendiri sebaiknya kita mempertimbangkan untuk mengutarakannya secara langsung ke pihak atasan atau supervisor. Sebisa mungkin hindari menunda-nunda masalah karena semakin lama tidak terselesaikan maka semakin berat pula beban pikiran yang akan dihadapi dan ini tentunya sangat menggangu performa kerja kita di kantor. Untuk itu jangan takut dan khawatir mengutarakan permasalahan yang sedang kita hadapi ke hadapan bos atau atasan. Continue reading